Mari kita iseng-iseng bikin kompetisi😛. Kandidat untuk masing-masing posisi adalah…

The Child of God  : Yukimura Seiichi
The Emperor    : 1. Tezuka Kunimitsu
                        2. Sanada Genichirou
                        3. Atobe Keigo
The Prince of Tennis : Echizen Ryoma

Saya pilih Yukimura sebagai ‘The Child of God’, karena emang ditulisnya begitu… *ditabok sendal* eh, beneran. Ada di chapter 371*. Saya juga kaget ternyata Yukimura punya julukan kayak gitu –a *jadi serem….* Dan emang pas baca mangascan-nya, Yukimura penuh dengan aura ‘menyeramkan’. Saya juga bingung, matanya tuh mata asli apa….kayak semacam Kirihara??

Kemudian, untuk Tezuka, Sanada, dan Atobe sebagai pengisi bagian ‘The Emperor’. Kenapa saya nulisin Tezuka sama Atobe juga? Padahal ‘Emperor yang diakui’ ‘kan Sanada. Well, berangkat dari kenyataan bahwa Tezuka-Sanada-Atobe adalah 3 rival seumur jagung hidup, maka kemampuan mereka juga setara. Kemungkinan salah satu menang melawan yang lain adalah sama. Keberuntungan adalah faktor penentunya *makanya, bagi yang mau menang, silakan berguru pada Mr. Lucky, Kiyosumi Sengoku XD*

Sekarang, mari kita lihat fakta. Pada pertandingan Atobe-Tezuka (babak pertama Turnamen Kanto), Atobe menang. Memang pada saat itu Tezuka sedang cedera, namun tampaknya Atobe juga belum sepenuhnya mengerahkan kemampuannya. Saat unofficial match Sanada-Atobe, Sanada hampir mengalahkan Atobe. Sayangnya, Yukimura datang dan menghentikan match tersebut, dengan alasan Sanada bisa kalah jika pertandingan terus dilanjutkan. Tezuka dan Sanada pernah bertanding (kemungkinan sebelum masuk SMP/saat kelas 1) dan Tezuka mengalahkan Sanada 6-0 and 6-1. Mereka kemudian tidak bertanding lagi sampai Final Turnamen Nasional, dimana Sanada kemudian menang dengan 7-5.

Jadi, Atobe vs Tezuka (Atobe menang)
        Sanada vs Atobe (Atobe nyaris menang)
        Tezuka vs Sanada (Tezuka menang)
        Tezuka vs Sanada (Sanada menang)
Dari keterangan diatas, kelihatannya Atobe-lah yang berada diatas angin, karena ia hampir mengalahkan Sanada dan mengalahkan Tezuka. Namun pada saat match Tezuka-Atobe tsb, ada faktor-faktor yang membuat pertandingan berjalan dengan setengah-setengah, antara lain cederanya Tezuka. Karena Tezuka cedera, maka Atobe belum sempat mengerahkan seluruh kemampuannya. Jadinya, masih bisa dibilang match ini gak masuk hitungan…*menghindar dari kenyataan kalau Tezuka kalah lawan Sanada&Atobe XP

Kemudian pada final (S3), Sanada menang (telak) melawan Tezuka. Kenapa saya bilang ‘telak’? skor 7-5 *bagi saya* terlalu jauh perbedaannya. Awalnya, saya mengira akan terjadi tie break sampai 30-an *kayak Inui-Yanagi*. Ternyata ‘hanya’ 7-5. apa ini berarti kemampuan Sanada sudah melampaui Tezuka? Saa na…

Lalu mengenai unofficial match Tezuka-Sanada. Perbedaan skor yang sangat besar diperlihatkan disini. Saya nggak ngerti maksudnya 6-0 dan 6-1, apakah mereka mengadakan 2 match? Pokoknya, kalah telak. Saya agak sangsi mengenai latar waktunya, kelas 1. Sanada sewaktu kelas 1 sudah menjadi reguler di Rikkai, dan dengan kemampuan ‘seperti itu’ ia menjadi reguler di Rikkai yang terkenal sebagai juara selama belasan tahun?
Satu hal lagi yang bisa saya dapatkan dari keterangan tersebut, Sanada dapat meningkatkan potensi dalam dirinya dengan begitu cepat, hinggal yang tadinya dikalahkan Tezuka 6-0 dan 6-1, kemudian dapat membalaskan dendam dengan skor yang cukup membuat saya ngamuk2 nangis T>T Tezuka-samaa… T__________T

Dalam match ‘terakhir’ antara Yukimura-Ryoma, mungkin banyak yang berspekulasi bahwa Ryoma yang akan menang. Seperti kebanyakan shonen manga lainnya, karakter utama umumnya akan terus menang, dan menang. Namun saya rasa hal ini tidak berlaku dalam tenipuri, dimana menang-kalah seseorang ditentukan oleh kemampuannya (dan faktor-faktor diluar dugaan). Jadi kalau Yukimura menang melawan Ryoma, saya nggak bakal bingung. Okelah, kalau Ryoma itu the ‘Prince of Tennis’, namun Yukimura sendiri disebut ‘the Child of God’
^berarti, Ryoma ntar kalah dong? Kalo Ryoma menang ‘kan judulnya ‘the Child of God’, bukan PoT…. *ditabok gara2 teori ngasal-en-ga-bener

Tapi Ryoma masih punya peluang menang juga, sih. Secara, Ryoma selalu berkembang sampai diluar dugaan orang-orang *waktu ngelawan Sanada juga gitu*. Dan kemungkinan juga penyakit Yukimura bisa kambuh ditengah pertandingan. Atau bisa juga ntar ada angin puting beliung, atau Yukimura tiba-tiba ngamuk, atau, atau, atau, atau… *mulai ngasal

Kesimpulannya~ pemenang masih belom ditetapkan!!! Ayo kita semua rebutan posisi!!! XDD *digilas papan cuci

^sebenernya masih pengen nulis panjang… tapi selain idenya udah pada ilang kemana, saya juga males.. –a *dihajar kontainer

MC           : Kelupaan! Nambahin satu nominator lagi untuk kategori ‘The Emperor’, yaitu

BGM        : *jreng~ jreng~ jreng~

MC        : Sambutlah… Echizen Nanjiroh!!

Penonton    : Suit… Suit… Plok…Plok…

Ryoma    : *shock* Heh!? Oyaji!??

Sanada    : …

Tezuka     : …

Yukimura    : Fufufufu… Apa ada alasan kenapa tiba-tiba Paman ini *nunjuk Nanjiroh* muncul disini?

Nanjiroh    : Heh anak muda! Jaga mulutmu!! *ngamuk* Aku bukan Paman-paman!! Aku Om ganteng…! *sambil pasang gaya*
*melirik ke arah MC* Tapi aku juga penasaran… Kenapa tiba-tiba aku dapat kandidat ‘the Emperor’?? Apa karena kemampuanku, ya? Ah, aku memang hebat. Anak-anak muda seperti kalian mana mungkin bisa menyamaiku. Selain itu… bla…bla…<mulai berteori gak jelas

MC        : Bukan begitu… *sambil swt* Saya mencalonkan Anda sebagai ‘Emperor’ karena anak Anda, Ryoma, mendapat bagian ‘the Prince’, jadi Anda sebagai ayahnya ‘kan jadi ‘Raja’ gituu… <teori yang lebih ga jelas

Semuanya    : …. *what the…