inilah jurnal nangis bombai saya tentang kekalahan kesebelasan Jepang terhadap Korea Selatan dalam ajang ‘Piala Asia 2007’ *huee…

dari awal, saya emang udah dukung Jepang 99.9 % *0.1 %- nya buat Indonesia, sayang Indonesia kalah pas pertandingan grup T.T*  dan ini pertandingan terakhir Jepang di Piala Asia 2007, pikir saya, makanya saya bela2in nonton, sambil berharap moga2 saya nggak nonton pertandingan ‘nonstop 3 jam’ lagi, kayak pertandingan Australia-Jepang *saya bener2 bosen nontonnya!*

Dan saya terkaget2 ketika 35 menit awal babak pertama. Permainannya udah kayak Liga Inggris aja, penuh dengan sliding tackle dan sikut2an dimana2 *geleng2 kepala*. Saya nggak habis pikir, Korsel dan Jepang, yang setahu saya nggak pernah bermain terlalu ‘agresif’ tiba-tiba kayak gini.

Tadinya saya udah seneng banget, ketika kiper Korsel, Lee Won-jae cedera. Apalagi, dia salah satu kiper dengan jam terbang yang tinggi. Dan ketika salah satu pemain Korsel keluar lapangan *gak hafal siapa namanya* saya udah sangat-hepi-sekali, berharap Jepang bisa menang tanpa ada babak tambahan.

Pertandingan pada saat penalti bener2 bikin sport jantung *lagi* Disini, kekuatan dan konsenterasi kiper bener2 diuji. Untungnya, Yoshikatsu Kawaguchi merupakan salah satu kiper yang handal; sayangnya jam terbang Lee Won-jae lebih banyak, sehingga tendangan ke-6 bisa ditepis *langsung nangis bombai

Hal lain yang mungkin bisa disoroti, wasitnya! Pertamanya, kupikir wasitnya memihak pada Jepang, setelah pada awalnya memberikan Jepang kesempatan free kick cukup banyak karena pelanggaran yang dilakukan Korsel. Ternyata, si wasit plin-plan! sampai terjadinya kericuhan dan dikeluarkannya Pelatih serta asisten wasit Korea Selatan. Dan, baru ingatlah saya juga, ternyata wasit itu yang mimpin pertandingan Indonesia-Arab Saudi! *stress

Dengan hati hancur-lebur-kayak-besi-dilebur, kira2 saya bakal nonton partai final gak, ya? *nanya ke diri sendiri