1st note : berdasarkan kesebelan ketika melihat iklan ‘Jangan Panggil Aku Anak Kecil’ (gomen bagi yg suka nonton film itu)*

2nd note : *tulisan serta saran ini tidak berlaku bagi orang berumur 20 tahun keatas*

Childish? Bagi orang yang dicap demikian, biasanya gak suka dan malah ngamuk2 ketika dicap demikian *ngambil kesimpulan dari beberapa orang, yang sebenarnya gak childish tapi dipanggil2 demikian untuk diolok2, dan dari judul film yg sy sebutkan diatas (lirik paragraph 1)*

Well, sy dicap childish ketika masuk SMA *dan sekarang saya masih SMA, lho…*, julukan yang sama sekali baru dan tidak pernah sy dapatkan ketika diSD maupun SMP *serius, tanya saja pada teman2 SMP saya*. Makanya sy begitu kaget ketika masuk SMA dan berakrab2 ria dengan teman2 baru sy, mereka bilang bahwa sy kayak anak kecil *dari wajah, penampilan sampe tinggi badan (yah, untuk faktor terakhir sih emang tinggi sy kayak anak kecil -_-)* dan mereka malah mulai nyubit2 pipi sy, perlakuan yg tidak pernah sy terima selama sy SMP, apalagi SD. Dan acara ‘cubit2an’ itu berlangsung hampir tiap hari *dulu lebih parah, hampir tiap ketemu orang yg gemas sm sy, selalu dicubit T.T, skrg sih frekuensinya udah berkurang, mungkin orang2 udah pada bosen?*

Ketika sy tanyakan pada beberapa teman, apakah sy ‘selucu’ *ditimpuk* itu? Mereka menjawab, sy benar2 kakay anak kecil. Lucuu banget *gak hiperbola, lho. Believe it or not. << English sy bener, ‘kan? Maklum, grammar sy jelek (ditimpuk pembaca)* Lalu, sy katakan pada mereka, kalau semasa SMP tidak ada yang bilang seperti itu pada sy. Teman sy malah bingung, “Lo lucu banget, kok,” mereka menjawab. Salah satu teman sy malah bilang begini, “Mungkin temen2 SMP lo pada lucu2 juga, sih. Jadi pada gak nyadar kalo lo kawaii *imut, red.*” kurang ajar banget, ‘kan? *banting Shana* Padahal, boro2 lucu, yg cowok aja gak ada yg ganteng2 banget -_-

Yah, karena sy udah capek nulis dan harus melanjutkan proyek fanfic, sekalian Otou-san udah melotot dari tadi gara2 sy udah make kompi 5 jam *xixixi…*, maka kita langsung menuju pada akhir saja.

Sekarang, gimana perasaan kalian kalau dicap sebagai ‘childish’? Kalau bertanya pada sy, sy akan jawab, asyik! Karena kita memiliki satu kepribadian yang orang lain nggak punya. Mungkin ada yang bilang dalam hati, ah, basi banget sih jawabannya. Tapi ini beneran. Atau mungkin sy udah kebanyakan nonton Ouran, jd dengan sifat childish ini, sy bisa memainkan peran Honey-senpai, yg sulit dilakukan bagi orang yg tidak childish *ngakak, trus ditimpuk*.

Gomenn… lagi2 nyerempet ke anime *maklum, udah taraf ani-manga holic ^^;;*. Lanjut soal tadi, sy malah bingung kenapa orang gak suka dibilang childish? *lirik judul film di paragraf satu lagi*. Kalau sifat anak-anak yang gak baik *kayak ngompol, ngedot, dll* masih dilakukan dan kemudian dicap childish, sy sih maklum kalau Anda tidak suka. Tapi kalau dalam hal penampilan fisik dan sifat *kayak sy* menjadikan Anda dicap childish, kayaknya nothing to regret, deh. Enak lho jadi anak kecil, karena biasanya orang yg childish memiliki 2 kepribadian *sy gak tau bagi yang gak merasa, tapi sy punya 3 malah*. Yang pertama, kepribadian dewasa dan kepribadian childish. Kalau kepribadian childish ini ditunjukkan dalam penampilan, biasanya kepribadian dewasa ditunjukkan dalam sifat *jd inget Honey-senpai (lagi), walaupun sifatnya sangat-sangat-sangaat childish sekali (kalian yang gak percaya, coba nonton Ouran), suka makan cake-cake-dan cake (sampe2 adiknya sendiri takut sama dia) dan kelakuannya benar2 childish (dihadapan para tamu Host Club), tapi bisa diambil kesimpulan kalau dia dewasa-banget-. Tau dari mana? Coba perhatikan lebih detail. *sok misterius*

Tadi contoh dari Honey-senpai *give Honey-senpai applause*, sekarang giliran sy. Bisa dibilang, sy punya 3 kepribadian *bukan alter, lho…*, walaupun, yang 2 lainnya sejenis tapi tak sama ^^;; Kepribadian pertama, seperti yang Anda tahu, childsih. Kepribadian ini sy tunjukkan disekolah, dan tidak pernah sy tunjukkan ditempat lain, baik dalam hal cara berbicara, cara berpakaian dan cara bertindak. Yang kedua, dewasa. Yang ini sebenarnya dalam hal pakaian, dan hanya sy tunjukkan ketika sy kegereja. *iyalah, masa pake baju anak kecil _ _”* percaya atau tidak, penampilan sy seperti orang berumur 18-20 ketika kegereja. Kalau tidak percaya, silakan tanya pada teman-teman gereja sy. Dan sy sering dikira ‘adik’ dari Okaa-san *Ibu, red.* ketika kami bersama2 digereja. *swt… kemana larinya aura childish-ku??* Dan kepribadian ini, benar2 tidak pernah sy tunjukkan kesekolah, paling2 hanya ketika sy mengambil peran Tamaki *Ouran (lagi)* dan diharuskan untuk ‘merayu’. *ngakak guling2*

Yang ketiga, pendiam. Sebenarnya ini paling sering sy tampilkan, dan orang2 yang tidak mengenal sy dengan baik *kecuali disekolah tentunya, karena ‘kegilaan’ sy disekolah pun sudah diketahui orang2 yang tidak akrab dengan sy _ _” * Sebenarnya, untuk kepribadian ‘pendiam’ ini ada alasannya. Sy tidak terlalu suka berbicara pada orang baru, apalgi yang tidak sehobi dengan sy. Bukannya menutup diri, tapi tidak ada bahan obrolan jika sy berbicara juga

-_-, makanya sy memilih diam saja. Disamping itu, sy merasa sekali2 diam juga tidak ada salahnya. *walaupun dalam lingkungan selain sekolah, sy benar2 pendiam, dan hanya mengangguk2 jika ditanya. Bukannya tidak sopan, tapi menurut sy menjawab dengan bahasa tubuh sudah cukup.*angguk2* *

Trus, dari tadi sy sebenarnya ngomong apa, sih? Muter2 melulu? *bingung sendiri* Ya sudah, intinya, kenapa harus marah kalau dikatain ‘childish’, ‘kayak anak kecil’, dll…? *kecuali untuk hal2 yg sy sebutkan diatas tadi* toh, kalau semua orang didunia ini dewasa, gak bakal enak karena gak ada hiburan -_-. Saran sy, ambil sisi positifnya aja. Biasanya, orang yg childish lebih mudah bergaul, walaupun tidak semuanya demikian. Dan lebih asyik ‘kan kalau kita diberi kesempatan untuk merasakan ‘masa anak-anak’ lebih lama? Tidak banyak orang yang mendapatkan kesempatan seperti ini. Yah, setidaknya pasti ada sesuatu didalam diri Anda yg Anda tidak sukai *well, sy tidak tahu kalau Anda menyukai diri Anda seutuhnya, tolong jangan tersinggung*, maka sy hanya menganjurkan agar Anda berpikir positif, semua yg diciptakan tidak ada yg buruk ^^

3rd Note (Author Note) : *saat ini sedang semangat-semangatnya berperan sebagai Honey-senpai dan Tamaki (Ouran High School Host Club >.< promosi, dehh…) (dihajar massa)*

4th Note (The Last Note *halah… ngikutin Death Note Live Action ^^;;*) : Bagi Anda yg tidak sempat menonton Ouran *untuk mendapatkan aura childish-nya Honey-senpai* silakan download lagu ‘Doki Doki, Waku Waku’, chara song-nya Haninozuka Mitsukuni. Dijamin childish abis… *tuh, ‘kan promosi lagi…*

Bila ada yang keberatan dengan tulisan sy, silakan layangkan kritik, serta caci-maki juga boleh, asal yg membangun dan jangan layangkan sy layang-layang *gak bisa main -_-* serta jangan kirimi sy cacing *buat apaa??*. terima kasih ^^

]]>